8 Jenis Jenis Musang yang Perlu Kamu Ketahui

Jenis Jenis Musang ~ Musang adalah nama hewan yang umum kita dengar, hewan ini termasuk dalam hewan karnivora dari suku Viverridae. Biasanya hewan ini aktif di waktu malam hari (nokturnal) dan merupakan hewan yang pandai memanjat.

Jenis musang yang paling sering terdengar oleh telinga kita ialah musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus). Biasanya musang luwak hidup di dekat pemukiman penduduk, termasuk didaerah perkotaan. Musang luwak juga kerap kali didapati memangsa ayam peliharaan diwaktu malam hari.

Jenis Jenis Musang

Jenis jenis musang sebenarnya ada cukup banyak, namun disini saya hanya merangkum 8 jenis musang dari beberapa sumber yang cukup terpercaya (Wikipedia).

Musang Air

Jenis Jenis Musang - Musang Air
Musang Air (Wikimedia)

Musang air (Cynogale bennettii), merupakan sejenis musang semi-akuatik yang ditemukan di hutan, terutama di daerah dataran rendah, daerah dekat sungai hingga didaerah lahan berawa.

Habitat musang air yang utama adalah di Semenanjung Thai-Malaya, Sumatera, dan juga Kalimantan. Populasi lainnya yang dikenali melalui sebuah spesimen saja, terdapat di Vietnam utara.

Musang air termasuk jenis musang yang di lindungi berdasarkan undang-undang di Indonesia. Musang air juga dikenal dengan nama ‘regol’ di beberapa daerah di Sumatera. Sedangkan dalam bahasa Inggris, jenis musang ini disebut dengan Otter-civet, Water civet atau Sunda Otter Civet.

Musang ini memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan berang-berang. Pada usia dewasa, musang ini dapat memiliki berat antara 3 hingga 5 kg.

Sebagai jenis musang semi akuatik, beberapa bagian tubuh musang air juga telah beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Adaptasi tersebut diantaranya bentuk mulutnya yang lebih lebar, dengan moncong yang berbentuk panjang, serta memiliki kumis yang juga panjang.

Selain itu, kaki musang air juga berselaput dengan alas kakinya yang telanjang dan memiliki cakar yang panjang pula.

Jumlah populasi musang air memang tidak diketahui dengan pasti, namun musang jenis ini merupakan hewan yang dilindungi di Indonesia berdasarkan PP No. 7 Tahun 1999. Bahkan oleh IUCN Redlist, musang air dikategorikan sebagai hewan yang “terancam punah” sejak tahun 1996.

Musang Akar

Jenis Jenis Musang - Musang Akar
Musang Akar (Wikimedia)

Musang akar (Arctogalidia trivirgata) merupakan sejenis musang yang hidup di daerah hutan-hutan lebat di Asia Tenggara, mulai dari negara bagian Assam di India sampai ke Indochina, Semenanjung Malaya, serta Sumatera, Jawa, Kalimantan dan pulau-pulau yang ada di sekelilingnya.

Musang akar memiliki bentuk tubuh yang ramping dan panjangnya mencapai 50-60 cm dengan berat sampai 1,5 kg, walaupun ada pula yang mencapai hingga 3 kg. Bentuk tubuhnya yang ramping, menjadikan jenis musang ini dapat bergerak dengan gesit.

Jika diperhatikan, ukuran ekor musang akar terlihat lebih panjang dibandingkan dengan tubuhnya, yang berfungsi sebagai penyeimbang ketika mereka berada di ketinggian.

Habitat musang akar berada di hutan primer dan sekunder dengan ketinggian hingga 1500 meter diatas permukaan laut. Musang ini dapat hidup pada suhu 24 hingga 26 oC dengan kelembapan udara 98 – 100%.

Musang akar termasuk musang yang masih diperbolehkan untuk dipelihara, karena tidak termasuk hewan yang di lindungi, tidak seperti kerabatnya musang luwak yang keberadaanya dilindungi karena terancam punah.

Musang Bulan

Jenis Musang Bulan
Musang Bulan (Wikimedia)

Musang bulan, disebut juga dengan musang galing atau musang bertopeng (Paguma larvata) adalah jenis musang yang berasal dari Asia Timur dan Asia Tenggara. Pada tahun 2008 oleh IUCN spesies ini diklasifikasikan sebagai spesies beresiko rendah karena banyak bermunculan di wilayah yang di lindungi.

Penyebaran dan habitat musang bulan dapat di temukan di hutan tropis, selain itu dibeberapa daerah musang jenis ini juga terkadang hidup di dekat lingkungan manusia.

Musang bulan memiliki panjang tubuh berkisar mulai dari 50 hingga 70 cm, dan ekornya memiliki panjang antara 50 hingga 60 cm. Sedangkan beratnya bergantung jenis kelamin dan usianya, pada musang dewasa beratnya bisa mencapai 3.6 kg.

Musang bulan selain disebut dengan musang galing, juga disebut dengan musang topeng. Hal ini dikarenakan musang bulan memiliki motif berwarna putih di kepalanya yang menyerupai bentuk topeng.

Jenis musang ini dapat berkembang biak 2 kali dalam setahun, serta dapat melahirkan 1 hingga 4 ekor anak saat melahirkan.

Musang ini juga termasuk jenis musang yang lebih sering memakan buah-buahan, seperti pepaya, pisang dan juga mangga serta buah-buahan lainnya. Namun terkadang juga memangsa hewan kecil berupa tikus, burung, kadal dan berbagai jenis serangga.

Musang Luwak

Musang Luwak - Jenis Jenis Musang
Musang Luwak (Wikimedia)

Musang luwak merupakan jenis hewan menyusui (mamalia). Nama ilmiahnya adalah Paradoxurus hermaphroditus. Di Malaysia, musang ini dikenal dengan musang pulut. Di beberapa tempat, musang ini juga memiliki sebutan yang berbeda-beda, seperti musang pandan, lasun (Sunda), luak atau luwak (Jawa). Dan dalam bahasa Inggris disebut dengan palm civet, common musang, house musang, atau toddy cat.

Musang luwak merupakan jenis mamalia yang sering di jumpai di sekitar pemukiman hingga bahkan di perkotaan. Hewan ini pandai sekali memanjat dan bersifat arboreal atau lebih sering menghabiskan waktunya diatas pohon. Seperti halnya musang lainnya, musang luwak juga aktif di malam hari (nokturnal).

Meskipun dianggap sebagai hewan yang sering memangsa ayam peliharaan, namun sebenarnya musang ini lebih sering memakan aneka buah-buahan yang ada di kebun ataupun pekarangan. Jenis buah yang disukai oleh musang ini seperti buah pepaya, pisang, dan buah dari pohon kayu afrika.

Selain itu, hewan ini juga menyukai serangga, moluska, cacing tanah, kadal serta berbagai macam hewan kecil lainnya, termasuk mamalia kecil seperti tikus.

Musang luwak biasanya meninggalkan biji-bijian dari buah yang di makan, termasuk salah satunya yang biasa disebut dengan biji kopi luwak, yang menurut cerita dari mulut ke mulut diperoleh dari biji kopi hasil pilihan musang luak.

Terlepas dari itu, kebiasaan luwak ini menjadi cukup bermanfaat bagi penyebaran biji tumbuhan, sehingga sangat penting peranannya bagi ekosistem hutan.

Musang luwak biasanya tidur di lubang-lubang yang ada di kayu, jika hidup di daerah perkotaan biasanya suka bersembunyi di tempat-tempat yang agak gelap, dibawah atap rumah misalnya. Musang luwak dapat melahirkan 2 sampai 4 anak, yang akan di asuh oleh sang betina hingga sampai mampu mencari makan sendiri.

Pada musang luwak jantan, dapat mengeluarkan bau dari kelenjar di dekat anusnya. Bau yang samar-samar tersebut biasanya menyerupai bau daun pandan, namun dapat pula menjadi pekat dan memualkan bagi yang menghirupnya.

Musang Rase

Jenis Jenis Musang - Musang Rase
Musang Rase (Wikimedia)

Musang rase (Viverricula malaccensis) adalah hewan karnivora yang tersebar luas di Asia Selatan dan Asia Tenggara. Dalam bahasa Inggris musang ini dikenal dengan sebutan small Indian civet.

Musang rase memiliki bentuk tubuh yang sedang, memiliki warna ekor berbelang dengan 6 hingga 9 cincin hitam dan putih, dengan ujung ekornya yang selalu berwarna putih. Memiliki kaki yang cukup pendek, yakni antara 85 hingga 100 mm dari tumit hingga ujung jarinya. Sedangkan berat tubuhnya mencapai antara 2 hingga 4 kg.

Tubuh bagian atas musang ini berwarna kelabu kecoklatan hingga coklat pucat kekuningan, selain itu terdapa garis berwarna hitam yang memanjang di atas punggungnya dan dibagian bawahnya. Pada beberapa individu, pola garis-garis tersebut terlihat tidak begitu jelas (mengabur).

Musang rase tersebar sangat luas, mulai dari India, Srinlanka, Myanmar, Thailand, Vietnam, Tiongkok hingga sampai ke Indonesia, khususnya di Sumatera, Jawa dan Bali.

Berbeda dengan musang luwak yang lebih menyukai tidur di lubang-lubang kayu. Musang rase biasanya tinggal didalam lubang-lubang tanah, dibawah bebatuan atau di semak-semak yang lebat. Seperti halnya musang yang lainnya, musang ini juga aktif dimalam hari (nokturnal).

Musang rase juga banyak diburu karena dianggap sebagai hama ternak. Selain itu musang ini juga diburu untuk dimanfaatkan dan diambil minyaknya yang harum. Meskipun kerap di buru, namun keberadaanya tidak terancam punah, sebab penyebarannya yang masih sangat luas.

Musang Tenggalung

Musang Tenggalung
Musang Tenggalung (Wikimedia)

Musang tenggalung (Viverra tangalunga) adalah musang yang berasal dari wilayah Asia Tenggara, khususnya di semenanjung Malaya, Sumatera, Bangka, Kepulauan Riau, Kalimantan, dan Filiphina. Musang ini dianggap sebagai hewan beresiko rendah oleh IUCN, karena penyebarannya yang cukup luas.

Musang tenggalung memiliki perilaku yang mirip dengan kucing, namun bukan termasuk keluarga kucing, melainkan lebih berkerabat dengan cerpelai dan garangan.

Musang ini juga mudah dibedakan dengan musang lainnya, memiliki kaki berwarna gelap, bulunya berwarna keabu-abuan dengan totol-totol (bintik-bintik) hitam si sepanjang tubuhnya. Musang tenggalung memiliki ekor yang panjang, berwarna hitam dan memiliki garis cincin yang melingkar di bagian bawahnya. Berat musang tenggalung berkisar antara 3.5 hingga 4.5 kg.

Musang tenggalung diketahui dapat hidup diberbagai jenis habitat. Menurut laman web rekoforest.org yang berhasil mengidentifikasi musang ini berada di area restorasi RER Semenanjung Kampar yang merupakan hutan rawa gambut.

Musang tenggalung memiliki kemiripan dengan musang luwak yang merupakan kerabat jauhnya, yang dapat beradaptasi dengan baik di lingkungan buatan manusia, seperti diarea perkebunan ataupun hutan tanaman industri.

Musang tenggalung umumnya bersifat soliter atau menyendiri, hidup didaratan, dan tinggal di permukaan tanah, dan biasanya suka mencari makanan yang ada di permukaan tanah hutan.

Hewan ini lebih aktif dimalam hari dalam mencari makanannya. Sebagai spesies hewan omnivora, musang tenggalung biasanya memangsa satwa invertebrata serta satwa vertebrata berukuran kecil seperti serangga, katak, kadal, dan ular yang memiliki ukuran kecil. Selain memangsa hewan berukuran kecil, luwak tenggalung juga menyukai aneka buah-buahan, telur dan akar-akaran.

Musang tenggalung melindungi dirinya dengan mengeluarkan bau-bauan dari kelenjar bau yang ada di bagian anusnya, bau tersebut menyerupai bau pandan luwak. Ketika merasa terancam, musang tenggalung akan mengeluarkan bau-bauan tersebut. Bau yang dikeluarkannya tersebut juga di gosok-gosokkannya pada berbagai benda yang ada di sekitarnya, hal ini berfungsi sebagai alat komunikasi bagi musang lainnya.

Musang tenggalung betina berkembang biak 2 kali dalam setahun. Selain itu, musang ini juga dapat bertahan hidup hingga usia 20 tahun, meskipun kebanyakan musang ini jarang dapat hidup hingga pada usia tersebut. Oleh IUCN, musang ini dianggap sebagai hewan yang berstatus berisiko rendah, yang artinya tidak terancam punah.

Binturung

Binturung Salah satu jenis musang
Musang Binturung (Wikimedia)

Binturung (Arctictis binturong) sejenis musang yang memiliki tubuh besar, anggota dari suku Viverridae. Di Melayu musang ini juga memiliki sebutan binturong, menturung, atau menturun. Sedangkan dalam bahasa Inggris disebut dengan Binturong, Malay Civet Cat, Asian Bearcat, Palawan Bearcat, atau disebut sebagai Bearcat saja.

Sebutan tersebut mungkin karena musang ini memiliki bulu berwarna hitam lebat yang mirip dengan beruang berekor panjang. Sementara itu juga berkumis lebat dan panjang yang mirip dengan kucing.

Disebut sebagai musang yang memiliki tubuh besar karena memang memiliki panjang tubuh antara 60 hingga 95 cm. Ditambah dengan panjang ekornya yang mencapai 50 hingga 90 cm. Serta memiliki berat badan antara 6 hingga 14 kg, bahkan ada yang mencapai hingga 20 kg. Berbeda dengan jenis musang lainnya yang umumnya memiliki berat antara 3 hingga 5 kg saja.

Kebiasaan binturung juga tidak berbeda dengan musang lainnya, yakni lebih aktif di malam hari. Lebih suka menghabiskan waktunya berada di atas pohon, walaupun terkadang juga turun ke tanah dan juga bangun dan beraktifitas di siang hari.

Binturung termasuk hewan karnivora, namun juga memakan berbagai macam buah-buahan masak yang ada di hutan. Selain itu juga memakan pucuk dan dedaunan, telur dan juga hewan-hewan kecil seperti burung dan hewan pengerat.

Binturung juga dapat mengeluarkan bau seperti halnya musang yang lain. Bau tersebut digunakan untuk menandai wilayahnya. Selain itu, binturung jantan mengeluarkan bau yang lebih kuat dibandingkan betina.

Binturung tersebar cukup luas, mulai dari dataran tinggi Sikkim hingga ket Tiongkok selatan, Burma, Indochina, Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Palawan. Binturung menyukai hutan-hutan primer dan sekunder, terkadang juga ditemukan di kebun yang ada di tepi hutan. Di hutan Kalimantan, binturung terlihat hidup hingga pada ketinggian 1500 meter diatas permukaan laut.

Berdasarkan Red List IUCN, binturung termasuk dalam hewan yang rentan akibat mengalami penurunan jumlah populasi yang diperkirakan lebih dari 30% selama 18 tahun terakhir. Sedangkan di Indonesia, hewan ini termasuk dalam satwa yang di lindungi berdasarkan UU No. 7 Tahun 1999.

Linsang

Jenis Jenis Musang - Linsang
Linsang (Wikimedia)

Linsang (Prionodon linsang), dikenal juga dengan sebutan banded linsang. Di Indonesia hewan ini termasuk salah satu dari beberapa mamalia yang di lindungi. Secara global, linsang menduduki status Least Concern dalam IUCN Redlist dan masuk pada kategori appendix II CITES.

Linsang memiliki perawakan yang lebih kecil dengan berat badannya hanya berkisar mulai dari 05. hingga 0.8 kg. Tubuhnya tertutupi bulu berwarna krem kekuningan dengan garis belang-belang dan bercak hitam atau coklat gelap. Seperti halnya musang tenggalung yang juga memiliki garis belang, hanya saja ukurannya lebih besar daripada linsang.

Didalam penangkaran, linsang mampu bertahan hidup hingga 10 tahun. Memiliki leher dan ekor yang relatif panjang, panjang ekor linsang berkisar antara 29 hingga 42 cm, hampir sama dengan panjang badannya yang berkisar antara 35 hingga 45 cm. Linsang juga memiliki cakar yang dapat di tarik ke dalam, hal ini mirip dengan cakar kucing dan jenis musang lainnya.

Linsang juga aktif di malam hari, dan pada siang hari, linsang lebih suka menghabiskan waktunya di dalam sarang yang dibuatnya didalam lubang tanah maupun di pohon. Hewan ini aktif berkeliaran di permukaan tanah, dan terkadang juga diatas pohon. Meskipun lebih senang menghabiskan waktunya ditanah, linsang merupakan pemanjat yang baik. Makanan linsang meliputi mamalia kecil, seperti burung, reptil dan artropoda.

Habitat linsang ialah hutan dataran tinggi, hutan sekunder ataupun perkebunan. Spesies ini dapat dijumpai di Indonesia (terutama di Sumatera, Jawa dan Kalimantan), Malaysia, Myanmar dan juga Thailand. Linsang juga ditemukan di seluruh wilayah lingkup bidang pengelolaan TN Gunung Leuser.


Penutup

Sekian rangkuman yang cukup panjang mengenai jenis jenis musang yang bisa sobat ketahui. Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

Referensi :

  • https://www.rekoforest.org/id/warta-lapangan/hidupan-liar-rer-musang-tenggalung/
  • https://alamendah.org/2010/08/28/musang-air-cynogale-bennettii-binatang-semi-akuatik-2/
  • https://gunungleuser.or.id/dilindungi-begini-karakter-linsang/
  • https://id.wikipedia.org/wiki/Musang

~ Jangan mencintai sesuatu terlalu banyak ✨ ~

Leave a Comment